Pada
suatu ketika dibelahan dunia, hiduplah 3 insan
yang bersahabat yaitu Adit, Dede, dan Sherli. 5tahun sudah mereka
menjalin persahabatan, dan mereka
selalu bersama. lambat laun kasih sayang dalam persahabatan tersebut
berubah menjadi sebuah kisah cinta bagi sherli dan adit
Lelaki
tinggi berkacamata coklat itu menghampiri kekasihnya dengan
setangkai mawar merah dalam genggamannya.
Adit : “ Happy Anniversary
sayang, ini untuk kamu. Semoga kita bisa lanjut ke tahun-tahun yang akan datang
my sweetheart”.
Serli : “ makasih, aku harus
jujur sesuatu sama kamu ”
Adit : “ apa sayang? “
Serli : “ maaf, aku gak bisa
ngelanjutin hubungan kita!”
Adit : “ tapi kenapa ?”
Serli : “ pokoknya kita putus!”
Belum sempat adit mencerna permintaan itu tetapi serli telah pergi dari hadapannya
tanpa sedikitpun penjelasan.
Larut malam telah tiba, namun adit belum juga pulang
kerumah. Sementara elyn geram dengan kelakuan adik satu-satu nya itu. Beberapa menit kemudian aditpun pulang dan
mulai membuka pintu kamar elyn perlahan .
Elyn : “ darimana aja lo jam segini baru pulang! Nyadar dong
gua tuh dirumah sibuk! Dasar anak pembawa sial
lo! Harus nya lo tuh nyadar oranng tua kita meninggal tuh karna siapa ! harus
nya lo lebih berbakti dong ! bantuin kerjaan gue kek !!!!???”
Adit : “ terserah apa kata lo deh!” (keluar kamar membanting
pintu kamar elyn)
Adit : “percuma gue punya kakak gak sedikitpun
ngerti apa yang gua rasain bahkan gak sedikitpun
mau tau tentang gue ! gue benciiiii !! ” batin adit
2 tahun kemudian..
pada
suatu universitas, adit mulai menyambung kisah cintanya yang pupus, namun tetap
tak berakhir baik.
Tampak dua orang wanita
tersebut berbincang di dalam ruangan kelas yang masih sepi. mereka adalah sepasang sahabat, yaitu yolanda dan atifah .
Yolanda : “ kira-kira kita mau nge-kost dimana nih fah? “
Atifah : “ aduhh.. gua juga gak tau daerah sini yol “
(adit melintas diantara mereka)
Yolanda : “ eh.. dit ! lu
tau gak kost-an yang terdekat dari kampus ini? “
Adit : “ tau, kenapa?”
Atifah : “ kita mau cari tempat kost nih dit.”
Adit : “ ohh.. yaudah
nanti pulang kuliah gue anter ke tempatnya”
Mereka pun berencana
untuk melihat tempat kost yang adit maksud sepulang kuliah nanti.
Ditempat kost .
Siska : “ ehh dek adit, ada keperluan apa ? “
Adit : “ ini temen saya ada yang cari kost-an bu. Ada kamar
yang kosong gak disini?”
Siska : “ kebetulan lagi penuh semua dek, tapi ada sih satu
kamar ukuran 3 org yang Cuma ditempatin sama satu orang . mari saya
antar ke orang yang saya bilang J .”
Mereka menghampiri Ely yang
sedang duduk dibawah pohon untuk
meminta persetujuan ely.
Siska : “gimana mba? Mau
gabung ga sama mba ely? Lumayan lho jadi bayar kamar nya barengan. Kan jadi lebih ringan tuh
.
Ely : “ wah tumben bu..”
Siska : “ tumben apa ?”
Ely : “ tumben baik, biasa
nya kan mau untung banyak..”
Siska : “ kamu tuh ya jangan
buka aib saya di depan orang baru dongggg, jadi malu..”
(ely dan ibu kost tertawa)
Ely menyetujui penawaran yang
diberikan oleh ibu kost. Yolanda dan atifah bergabung dikamar ely mulai malam
ini.
Waktu menunjukan pukul
sembilan malam.
sedangkan mereka masih asik berbincang didalam kamar kost.
Dari perbincangan itu, mereka menyadari kalau
mereka kuliah dikampus yang sama
.
Ely : “ Emangnya kalian kuliah jurusan apa di Universitas
Kolor Hitam? “
Yolanda : “ kita masuk jurusan
perdukunan , soalnya gua pernah ada dendam
sama cowok jadi gua termotivasi buat jadi dukun santet. Hahaha (tertawa
terbahak-bahak).”
Atifah : “ ngaco lo yol. Kebidanan kelessss. Kalo lu jurusan
apa ly?
Ely : “ kalo gua di jurusan mutilasi.”
(Yolanda dan atifah tercengang kaget)
Ely : “ maksud gua kedokteran bagian pembedahan. Hahaha ”.
(ely tertawa terbahak-bahak)
Atifah dan Yolanda : “ ohhh. . . hahaha lucu juga lo
“.(tertawa bersama)
Setelah kejadian itu mereka menjadi semakin akrab dan menjadi
teman curhat sekamar .
Keesokan harinya di kampus . . .
Ely : “ eh ser. . gua
dapet temen kost baru lohh! Oh iyaaa ngomong-ngomong mantan lo sekampus loh
sama kita.”
Serli : “ ohh, siapa?”
Ely : “ itulohh si adit.”
Serli : “ ohh yaaa?”
Ely : “ iya bener.”
Serli : “ lo tau dari mana
emang ?”
Ely: “ dari penghuni baru di
kamar kost gue lah, mereka itu temen
sekelasnya adit”
Sherli :” kok lo bisa tau ?”
Ely : “ yaiyalah kan mereka
curhat sama gue getohhhh”
Serli: “ wahhh cetar
membahana badaiii , lumayan buat mata mata haha.”
di depan perpustakaan .
lelaki
berkacamata coklat itu refleks menghantam pundak atifah karna bersenggolan
hingga buku-buku yang dibawa atifahpun
ikut jatuh berserakan.
Adit : “ maaf yaa”.
Atifah : “ iya gapapa.”
Adit : “ emang kamu mau kemana ?”
Atifah : “ mau ke kantor nih. Mau nemuin dosen.”
Adit : “ yaudah sini aku bantuin.”
Lelaki itu pun
merapihkan dan mengambil buku-buku yang berserakan dilantai lalu membawanya, dialah adit. mereka
berdua berjalan menuju kantor.
Serli sedang memakan buah pisang
didepan kelas, dan membuang kulit pisang seenaknya..
Yolanda : “ aaaaaaaaaaaa…” (menginjak kulit
pisang yang dibuang serli tadi
hingga terpeleset)
Adit : “ awaaaaaasssss!”(adit menggenggam erat tangan yolanda dan menahannya agar
tidak terjatuh , sejenak mereka berpandangan )
Yolanda : “makasih ya, untung ada kamu.. aku ga jadi jatoh deh”
Adit : “iya sama sama, aku Cuma kasian aja”
Yolanda: “ kasian kenapa? Aku
gak apa apa ko” (mulai salah tingkah)
Adit : “ ohh nggak maksud aku,
aku kasian sama kulit pisangnya di injek sama kamu gitu sampe mencret”
(tersenyum kecil lalu pergi meninggalkan yolanda)
Bagi yolanda apapun yang di
katakan adit terdengar sangat manis walau tidak seperti makna yang terkandung didalamnya.
Malam hari dikamar kost. . .
Yolanda, ely, dan atifah kembali
berbincang dan saling mencurahkan isi hati mereka. Dimulai dari Yolanda yang menceritakan tentang kejadiannya bersama
adit didepan kelas tadi siang. Sementara atifah berusaha memendam perasaannya.
Yolanda : “eh aku ke wc dulu
ya sebentar “(yolanda pergi ke kamar mandi)
(atifah dan ely mengangguk ke
arah yolanda)
Atifah : “ tadi aku juga ketemu adit, dan dia bantuin aku.”
Ely : “ohhh yaa? Bantuin apa?”
Atifah : “iya, tadi kan aku bawa buku buanyakkk banget terus
gak sengaja aku tabrakan sama dia, dan buku yang aku bawa jatuh semua, terus
adit bantuin aku bawain bukunyaa dehh. . .
seneng banget deh rasanya. Tapiii . . . aku ga enak sama Yolanda soalnya
kayaknya dia juga suka sama adit.”
Ely : “ selama bendera kuning belum melengkung gak
ada yang ngelarang kok. Ehh maksudnya janur kuning. Haha “ (mereka tertawa
bersama)
Ely menelpon serli
ketika atifah dan Yolanda sedang
tertidur. Ely menceritakan semua yang
diceritakan oleh atifah dan Yolanda. Semuanya terbongkar, dan mulai terlihat
bahwa ely adalah musuh dalam selimut.
Ely : “ hallo ser, gua ada berita baru nih.”
Serli : “ apa tuh ?”
Ely : “ ternyata Yolanda dan atifah sama-sama suka
sama adit.”
Serli : “ ohh yaa, ciussss?”
Ely : “ iyaakk bener, kan mereka sendiri yang
cerita sama gua.”
Serli : “ yaudah besok lo certain ke gua yak.”
Ely : “ okk sip .” (seraya menutup telepon
genggamnya)
Dikampus . . . .
Dari kejauhan terlihat
adit dan dede yang sedang berbincang di bangku taman.
Adit : “ de, gua mau curhat nih. Gua bingung kakak
gua benciii banget sama gua.”
Dede : “ kenapa? Kakak lu masih berfikir kalo lo
yang buat nyokap-bokap lo meninggal?”
Adit : “ iyak de. Padahalkan gua gak tau apa-apa. rasa nya tuh
Gua pengen bunuh diri aja.!”
Dede : “ hah, serius lo? Lo belom pernah kan?”
Adit : “ iya emang belom ”
Dede : “ gila lo! Yaudah coba aja”(adit menepuk
pundak dede lalu tertawa terbahak-bahak)
Adit
pun melanjutkan curhatannya kepada dede. Adit menceritakan keberadaan serli
yang kembali kedalam kehidupannya. Dan dua wanita yang sedang mendekatinya yaitu
atifah dan Yolanda.
Beberapa jam berlalu
begitu saja bagi adit untuk menceritakan semuanya kepada dede. Hingga sore pun
tiba.
Pagi hari .
Dikampus ely dan serli
melanjutkan pembicaraannya lagi yang sempat terputus di telepon semalam.
Serli : “ eh eh gimana ceritanya semalem? lanjut
dong lanjut.”
Ely : “
jadi giniii, kata nya sih, si adit tuh ngasih perhatian lebih sama mereka.”
Serli : “ serius lo? Wow. Jadi gua punya saingan
baru nih.”
Ely : “ yaa kayaknya sih gituuu.”
Serli : “ lo mau bantuin gua ga?”
Ely : “ bantuin apa?”
Serli : “ kita bikin mereka berdua berantem yuk”.
Ely : “ wahhh, ideee baguss tuhh.”
Merekapun mulai
menyusun rencana jahat mereka untuk menghancurkan persahabatan Yolanda dan
atifah.
Dipersimpangan jalan. . .
Adit dan serli pun
bertabrakkan. Selembar photo terjatuh dari tumpukan buku yang dibawa adit.
Serli : “ adit-adit, aku mau ngomong sama kamu?”
Adit : “ apa?”
Serli : “ aku nyesel udah ninggalin kamu, aku baru
sadar kalo selama ini aku sayang sama kamu, kamu mau gak mengulang masa lalu
kita?”
Adit : “ emang kita punya masa lalu?”
Serli : “ jadi kamu udah melupakan masa lalu
kita?”
Adit : “ iya! Dan semua ini karena lo juga kan?”
(adit mengambil photo yang terjatuh)
Serli : “ apaan tuh? Coba liat.” (merampas photo
dari adit)
Adit : “ eh eh jangan !!!” (adit mencoba merebut
kembali photo yang diambil oleh serli)
Serli : “ jadi ternyata lo nolak gua gara-gara
ini, gua gak nyangka ternyata lo homo!”
(lalu serli berteriak untuk memanggil seluruh anak
kampus yang ada disekitarnya untuk mendengarkan celotehannya)
Serli : “ hey guys, sini deh gua punya gosip baru
lohhh.”
Ely : “ gosip apa ser?”
Serli : “ lo tau gak sih ternyata adit kayak gini
lohh.”(seraya memperlihatkan photonya)
(atifah dan Yolanda tercengang melihat photo itu.)
Yolanda : “ gua nyesel dit pernah suka sama lo!
Gua gak nyangka kalo lo tuh homo.”
Atifah : “(terdiam)”
Ely : “ asal lo tau yol temen lu itu juga suka
sama adit. Tapi dia Cuma berani main belakang aja.”
Atifah : “ maksud lo apa sih?” (bentaknya pada
ely)
Ely : “ udah deh ngaku aja lo. Semua rahasia lo
itu ada di gua.”
Yolanda : “ ohh, jadi lu gitu. Diem-diem juga suka
sama adit. Musuh dalem selimut lo. Lo kan tau gua suka sam adit.!!!”
(dan tiba-tiba dede datang menghampiri mereka)
Dede : “ ada apa sih ini ribut-ribut!” (dengan
suara kerasnya)
Serli : “ini nih temen lu homo!!”
Dede : “oh serli udah lama ya kita gak ketemu, gak
nyangka kita bakal ketemu lagi di keadaan yang kayak gini.”
Serli : “maksud lu??”
Dede : “lu gak sadar apa?! lo udah nuduh adit
homo, gue gak nyangka lu kayak gitu sekarang, dulu kita tuh sahabatan, tapi lu
sekarang apa? Busukk!!!”
Serli: “emang kenyataannya gitu keleess”
Dede : “lu gak sadar yang lu gituin tuh siapa? “
Serli : “sadar kok sadar banget malah!”
Dede : “lu kok gitu sih, bukannya lu masih sayang
sama dia?”
Serli : “hello… itu sih dulu keleess sebelum gua
tau kalo dia tuh homo”
Dede : “pliss deh, lu gak usah banyak omong!”
Serli : “asal lu tau gua juga males banget kali
ngomong sama orang kaya lu !”
Adit dan dede menjauh dari kerumunan
orang-orang itu.
Dede : “dit sabar ya. Gue percaya kok sama lu.”
Adit : “iya makasih ya lu udah percaya sama gue”
Dede : “emang yang di photo itu siapa sih, kok lu
gak curhat sama gue?”
Adit : “iya jadi dia itu sepupu gue de”
Dede : “ oh itu sepupu lu, makanya kalo photo sama
cowok jangan mesra-mesra dong, mending lu photo sama gue hahahaha”
(mereka pun tertawa bersama-sama)
Keesokan malamnya Dede
pergi ke rumah Adit . Dede bermaksud untuk menemui Adit. Tetapi adit sedang tidak ada dirumah, dede
hanya bertemu dengan elyn(kakaknya adit)
Dede : “assalamuallaikum”
Elyn : “waalaikumsallam” (dengan nada jutek)
Dede : “kakak masih jutek aja dari dulu.”
Elyn : “bukan urusan lu!”
Dede : “bercanda ka peace !
btw.. gue ga di persilahkan buat duduk nih ka? ”
Elyn : “duduk aja keles ga usah
bawel gitu . ngapain
malam-malam kesini?”
Dede : “Adit ada ga kak?”
Elyn :
“gak! Emang ada urusan apa?”
Dede : “Cuma mau ngobrol-ngobrol aja si !”
Elyn : “ngobrolin apa si?”
Dede : “sesuatu ka J oh iya kak, mumpung adit
gak ada gue mau curhat nih!”
Elyn : “cerita apa sih? So akrab banget sama gue.”
Dede : “ihh serius kak”
Elyn : “ iya apaan? mau cerita apa?”
Kalimat
perkalimat diungkapkan oleh dede. Dede mulai menceritakan segala yang telah terjadi pada adit.
Hanya beberapa menit waktu yang dibutuhkan dede untuk
menyadarkan Elyn dari sikapnya yang menyiksa adit.
Elyn : “ oh jadi gitu!”
Dede : “ iya kak, dia tuh butuh banget kasih
sayang dari lu!”
Elyn : “ gue juga sebenernya sayang banget sama
adik gue yang satu itu, tapi setiap gue liat dia, gue selalu ingat kejadian
yang tertimpa sama orangtua gua.”
Dede : “ tapi itu bukan kesalahan adit juga ka,
semua itu hanya musibah!”
Elyn : “ okke mungkin emang ini semua salah gue ,
thanks ya lu udah sadarin gue.”
Dede : “ yoi kak sama-sama.”
Keesokan paginya
Sudah
beberapa minggu ini Yolanda
dan atifah tidak pernah terlihat bersama-sama lagi ,
sementara serli dan ely merayakan kebahagiaann mereka karena misinya telah berhasil.
Elyn menghampiri
adit dikampus.
Sementara keadaan disana sedang kacau dengan gosip homo adit.
(elyn datang menghampiri adit yang sedang berdiri
didepan madding)
Elyn : ‘’dee..dee..’’
Adit : ‘’ada apa lu kak!’’
Elyn : ‘’kok jutek banget sich adek gue..’’
Adit : ‘’ya gak biasanya aja lo selembut ini’’
Elyn : ‘’gue pengen ngomong sama lo nih’’
Adit : ‘’mau ngomong apa?’’
Elyn : ‘’gua minta maaf ya atas sikap gue yang
selama ini gak peduli sama lo’’
Adit : ‘’maksud lo?’’
Elyn : ‘’masa lo gak ngerti sih, gak peka baget
sama kakak.’’
Adit : “ iya iya gua peka kok sama lo.”
Elyn : “ yaudah mulai sekarang kita jadi adik
kakak beneran yak!!”
Adit : “ iya gua sayang sama lo kak”
Elyn : “ iya dek gua juga sayang sama lo.”
Dan akhirnya adit dan kakaknya pun berbaikan
Atifah menghampiri Yolanda yang
sedang duduk menyendiri di halaman kampus.
Atifah : “ yol, gua mau ngomong sama lo. Gua mau
ngejelasin semuanya. Gua gak mau persahabatan kita hancur Cuma gara-gara satu cowok.”
Yolanda : “ (hanya diam)”
Atifah : “ gua akuin gua emang dulu suka sama dia.
Tapi semua itu Cuma sebatas suka aja ga lebih! Lo harus percaya sama gua.”
Yolanda : “ iyak gua juga sadar kok. Mungkin emang
gua terlalu egois. Okk jadi kita baikan yak!”
Atifah : “ iyakkk kita baikan dan pastinya akan tetap bersahabat J ”
Tiba-tiba saat dede berjalan dia berpapasan dengan
serli dan ely. . .
Dede : “ ser gue perlu ngomong sama lo.”
Serli : “ lo mau ngomong apa?”
Dede : “ gua tau kok dalam hati kecil lo. Lo gak
mungkin kayak gitu secara lo kan sayang
banget sama adit.”
Serli : “ iyak gua ngerasa udah keterlaluan banget
sih. Satu kampus sampe ngejauhin adit gini.”
Dede : “ yaudah, mending lo jelasin kesemuanya
biar semua gak salah paham lagi.”
Serli : “ li, gua rasa kita harus minta maaf sama
Yolanda dan atifah sambil ngejelasin semuanya.”
Ely : ‘’ya juga sih gua fikir-fikir gua juga udah
banyak salah sama mereka.”
(tiba-tiba Yolanda dan atifah melintas diantara
mereka.)
Ely : ‘’yol, peh, sini deh gua mau ngomong sesuatu
sama lo berdua nihh.”
Yolanda : ‘’lo mau ngomong apa lg?, lu udah
puaskan buat persahabatan kita hancur, Tapi gak seperti yg lo bayangin,
persahabatan kita gak selemah yang lu fikir “
Ely : ‘’gua juga sadar kok, gua salah. yaudah gua
minta maaf sama lo berdua, gua harap lo bisa maafin gua.”
Atifah : ‘’yaudah yol maafin aja, kita juga bisa kok ambil hikmah dari kejadian ini kok”
Serli : ‘’ gua juga minta maaf ya. Gua harap kita
semua bisa jadi sahabat .”
Dede : ‘’yaaah…. Yaaaah… gua dianggurin nihh, gua juga minta maaf kali.”
( dan akhirnya mereka pun bermaaf-maafan)
Suatu ketika pada acara
festival kampus mereka semua berkumpul. Tiba-tiba dengan spontan serli naik
kepanggung.
Serli : ’’buat semua temen-temen gua mau
ngejelasin sesuatu, sebenernya berita homo itu Cuma fitnah dari gua. Gua mau
minta maaf buat orang-orang yang udah gua sakitin terutama adit”.
(Adit tersenyum dari kejauhan, dan serli pun
menghampiri dede dan adit)
Serli : “dit, apa lo mau maafin gua. Gua udah
punya banyak salah sama lu.”
Adit : “iya gua udah maafin lo kok tenang aja.”
Serli : “gua tau kok siapa yang pantes buat lo.”
(serli pun menyatukan adit dan dede)
Serli : “dede pantes kok buat lo dit, lo sayang
kan sama dede?”
Adit : ‘’hmm... sebenernya sihh iya.”
Dede : “HAAAAH??”
Serli : “gua tau kok de, lo juga sayang kan sama adit?. lu mendem perasaan lu
sejak lama kan ke adit, dari saat kita sahabatan dulu lo berdua sama-sama
sayang kan?.”
Dede : “okeee, gua akuin semuanya itu emang bener.”
Adit : “ lo mau kan de jadi pacar gua??”
Dede : “maaf dit gua gak bisa.”
Adit : ‘’loh kenapa ga bisa de?? Bukannya lo juga
sayang sama gua?”
Dede : “hahaha maksudnya gua gak bisa nolak,“
Dan akhirnya semua berbahagiaaa dengan kehidupan
mereka masing-masing. . .
Segala yang menyakitkan akan selalu dijadikan
pelajaran bagi mereka yang sadar akan kehidupan.
Hikmah yang dapat diambil dari setiap kejadian . . . .
Adit (cinta)
ü Ada hak ada juga kewajiban
ü Setiap hati memang berhak memilih dan dipilih
ü Sebab itulah hati pun wajib merelakan dan direlakan.
ü Tertawa lah pada diri mu sendiri saat kamu hanya bisa meratapi yang terjadi
dan membiarkan segala yang membuatmu tertekan memperburuk apa yang ada pada
dirimu.
Sherli (cinta)
ü Hati tak harus memaksa
ü Tapi hati wajib menerima
ü Jangan pernah salah kan hati yang memilih menjauh saat mereka mengenal apa
itu sakit oleh mu.
ü Karna mereka berhak memilih mana yang baik bagi hatinya.
ü Berhentilah meminta saat seseorang yang kau pintai tak memiliki lagi apa
yang kau pinta
layaknya sebuah cinta
Dede (cinta dan persahabatan)
ü hati itu wajib menerima saat segalanya berubah dalam hal rasa.
ü Bersahabat berbeda kaum seperti halnya lelaki dan wanita, tak
seharusnya memaksa untuk tidak jatuh cinta kecuali sepandai pengatur
hati.
Atifah (persahabatan)
ü
Persahabatan layak nya
seuntai kalung perlu pengait, berupa kepercayaan dan keterbukaan, bila
pengait tersebut terlepas, segala yang tersimpan dalam
kaitnya pun berhambur ke tempat yang tak seharusnya.
Yolanda (persahabatan)
ü Saat dua hati yg bersahabat tertuju pada seseorang
yang sama.
Berusahalah tidak menguatkan hatimu pada orang itu, tapi
kuatkanlah hati mu untuk sahabat mu begitu pula sahabat mu padamu, karna
kekuatan hati dalam persahabatan dapat melawan yang tak seharusnya rusak karena
nya.
Ely (kepribadian)
ü Tidak semua orang bersikap jahat selalu berhati jahat, karna dalam kertas hitam selalu
ada bagian putih didalamnya, walaupun hanya setitik tinta.
Elyn (keluarga)
ü Pembinasaan besar dapat disebabkan oleh penyadaran yang kecil tentang kasih
sayang dalam sebuah ikatan keluarga yang terlupa oleh kebencian.
Siska (umum)
ü
Setiap
orang itu punya hak dan kewajiban , oleh sebab itu lo wajib bayar uang kost ke
gue dan gue berhak dapat uang kost dari lo.. haha eh salah maksudnya.
ü Hidup itu seperti menari dibawah hujan, saat kamu menikmati maka akan
terasa sangat menyenangkan, tapi apabila kamu tidak
menikmatinya maka kamu akan merasa kedinginan bahkan jatuh sakit.
ü Berarti atau tidak nya kehidupan bagimu tergantung bagaimana caramu
memandang hidup mu.